Tuesday, May 23, 2017

Kunci Jawaban Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12 Kurikulum 2013

Kali ini, Ilmu Hexa akan memberikan kunci jawaban Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12 Kurikulum 2013. Berikut jawabannya
Ilmu Hexa Kunci Jawaban Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12 Kurikulum 2013

UJI KOMPETENSI BAB 6



1. Jelaskan ancaman militer yang paling mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia saat ini!



Jawab :

Ancaman militer yang paling mengancam persatuan dan kesatuan adalah



a. Ancaman Eksternal
Ancaman Eksternal merupakan ancaman yang datang dari negara lain di luar Indonesia. Contohnya:
  1. Perang dengan negara lain.
  2. Penghentian kerja sama (terutama di bidang militer) dengan negara lain seperti kerja sama pemasokkan senjata dan peralatan militer.

b. Ancaman Internal
Ancaman internal merupakan jenis ancaman yang paling berbahaya, ancaman internal ini datang dari bangsa Indonesia sendiri. Contohnya :
  1. Terorisme.
  2. Gerakan radikal (gerakan yang semena-mena, kadang mengatasnamakan agama).
  3. Pemberontakan daerah.
  4. Terpecahnya militer, baik kepolisian, TNI dan aparat militer lainnya serta organisasi politik tertentu.
  5. Ancaman dari kelompok tertentu yang ingin menguasai sumber daya alam Negara Indonesia.
2. Mengapa ideologi Pancasila tidak dapat dikatakan aman dari berbagai macam ancaman dalam pengimplementasian nilai-nilainya di masyarakat?

Jawab :
Di era globalisasi dengan kemajuan teknologi informasi komunikasi akan sangat mudah masuknya pengaruh ideologi lain sehingga apabila warga negara tidak memiliki ketahanan ideologi yang kuat akan mudah dipengaruhi oleh masukanya ideologi lain melalui berbagai bentuk seperti gaya hidup glamor dan hedonisme, perilaku individualisme dan sebagainya. Hal ini dapat mengancam implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


3. Jelaskan strategi bangsa Indonesia dalam mengatasi ancaman-ancaman yang bersifat nir-militer di bidang ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya!


Jawab :



a. Bidang Ideologi

Upaya menghadapi atau menangkal ancaman ideologi adalah dengan kebijakan dan langkah-langkah politik yang tepat dan intensif untuk mencegah meluasnya pengaruh ideologi lain terhadap ideologi Pancasila dan konsep penanganannya ditempatkan dalam kerangka upaya bela negara. Sebagai perwujudannya antara lain yaitu :

  1. Lapisan terdepan dalam konsep penanganannya terdiri atas unsur-unsur pertahanan nirmiliter, yakni kementerian atau lembaga pemerintahan nonkementerian
  2. Kementerian serta unsur pemerintahan yang membidangi politik dalam negeri mengerahlan seluruh kekuatan poltik serta instrumen pemerintahan dalam negeri mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat daerah guna menghadap ancaman berdimensi idelogi, sementara kementerian serta unsur pemerintahan yablng membidangi politik luar negeri mengerahkan jajarannya yang tersebar disetiap negara untuk penguatan langkah serta upaya diplomasi dalam menangkal usaha-usaha pihak lain yang mengancam ideologi pancasila.
  3. Unsur pemerintah yang membidangi informasi melakukan "operasi informasi imbangan"
  4. Unsur pemerintah yang membidangi pendidikan melaksanakan proses pembelajaran dan kesadaran akan ideologi pancasila
  5. Unsur pemerintah yang membidangi agama, memimpin para pemimpin agama untuk membentengi masyarakat dari ancaman penetrasi ideologi yang membahayakan keamanan negara.
  6. Peningkatan komunikasi sosial TNI dengan meningkatkan kesadaran bela negara di lingkungan pekerjaan, pendidikan dan perumahan dalam rangka revitalisasi Pancasila
b. Bidang politik
  1. Strategi pertahanan di bidang politik ditentukan oleh kemampuan sistem politik dalam menanggulangi segala bentuk ancaman yang ditujukan kepada kehidupan politik Bangsa Indonesia.
  2. Melaksanakan kehidupan politik bangsa yang berlandaskan demokrasi Pancasila yang telah mampu memelihara stabilitas politik yang sehat dan dinamis serta mampu melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif.
c. Bidang ekonomi

Strategi untuk menghadapi ancaman di bidang ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Untuk menghadapi ancaman berdimensi ekonomi dari internal, prioritas kebijakan dapat berupa penciptaan lapangan kerja padat karya sebagai solusi memberantas kemiskinan, pembangunan infrastruktur, penciptaan iklim usaha yang kondusif, dan pemilihan teknologi tepat guna sebagai solusi pemerataan kesempatan kerja.
  2. Untuk menghadapi ancaman berdimensi ekonomi dari eksternal, Indonesia harus membangun dan menjaga hubungan yang baik dengan negara-negara utama dalam tatanan ekonomi-politik dunia.
  3. Unsur pertahanan militer dalam menghadapi ancaman berdimensi ekonomi, mengembangkan pilihan strategis untuk membantu unsur utama dari pertahanan nirmiliter. Dalam hal ini keterlibatan lapis pertahanan militer diwujudkan dalam meningkatkan usaha pertahanan untuk menciptakan kondisi keamanan nasional yang terkendali, membantu kelancaran distribusi komoditas dan kebutuhan pokok masyarakat, terutama di daerah-daerah pedalaman dan terisolasi yang tidak dapat dijangkau dengan sarana transportasi umum.
d. Bidang sosial Budaya
Dalam menghadapi pengaruh dari luar yang dapat membahayakan kelangsungan hidup sosial budaya, bangsa Indonesia berusaha memelihara keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin.

4. Menurut kalian seberapa kuatkah kekuatan TNI/Polri dalam menghadapi ancaman dan gangguan pertahanan dan keamanan negara?

Jawab :
TNI / POLRI tidak mungkin dapat menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar sendirian karena jumlah TNI/POLRI sangat terbatas sedangkan wilayah negara kita sangat luas. Oleh karena itu, harus ada peran serta warga negara dalam upaya pertahanan keamanan sesuai dengan pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1) dan (2) UUD NRI 1945 bahwa warga negara berhak dan ikut serta dalam pembelaan pertahanan dan keamanan.

5. Dalam hidupmu selama ini tentu telah menghadapi persoalan yang memerlukan kewaspadaan agar dirimu dan orang lain selaras. Cobalah perhatikan situasi yang berkaitan dengan kewaspadaan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Apa yang akan kamu lakukan apabila terjadi tawuran? Kemukakan pula perasaanmu sebagai seorang warga negara ketika menghadapi tawuran yang terjadi di sekolah atau kampungmu?

Jawab :
Yang harus dilakukan apabila terjadi tawuran yaitu:
  1. Berusaha untuk melerai atau mencegah agar tawuran itu tidak terjadi.
  2. Tidak ikut terlibat dalam tawuran pelajar karena perbuatan itu merugikan kedua belah pihak
  3. Memberitahukan atau melaporkan kepada pihak berwajib atau pihak sekolah agar tawuran pelajar itu segera di hentikan Perasaan saya Sebagai pelajar saya sangat sedih dan prihatin dengan terjadinya tawuran pelajar dan tawuran antar kampung karena hal itu dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan dapat menimbulkan korban jiwa yang sia-sia.
Saat menghadapi tawuran di sekolah maupun dilingkungan yaitu merasa sedih dan kecewa, karena tawuran bisa menimbulkan perpecahan. Seharusnya, sebagai negara yang majemuk, masyarakat harus saling toleransi terhadap perbedaan yang ada. Dan apabila menghadapi masalah pun harus menggunakan cara yang baik dan damai

Itulah Kunci Jawaban Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12 Kurikulum 2013. Kunjungi selalu Ilmu Hexa untuk mendapatkan informasi terbaru tentang pendidikan. Semoga Bermanfaat.

Sangat suka dengan menulis dan mencoba hal baru. Fokus di dunia blog dan desain grafis. Sedang berusaha menjadi blogger yang baik. Kunjungi blog saya di www.ilmuhexa.blogspot.com :)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kunci Jawaban Uji Kompetensi Bab 6 PKN Kelas 12 Kurikulum 2013

0 Komentar:

Post a Comment

close
close
close