Tuesday, October 25, 2016

Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Hindu Budha Di Indonesia

Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Hindu Budha Di Indonesia Ilmu Hexa

Pada postingan kali ini, Ilmu Hexa akan memberikan pengetahuan tentang Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia yang merupakan materi kelas 10. Berikut materi tentang Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia

Proses Perkembangan Dan Teori Masuk Agama Serta Kebudayaan Hindu-Budha

Agama Hindu-Budha pada awalnya tumbuh dan berkembang di wilayah Lembah Sungai Indus, di wilayah India sekitar 2000 tahun SM. Dari India budaya dan agama Hindu-Budha berkembang ke berbagai tempat dan daerah.

Tetapi di Indonesia telah memiliki beberapa unsur pokok kebudayaan asli Indonesia yang dikemukakan oleh Dr. Brandes, antara lain : 

  1. Wayang
  2. Gamelan
  3. Membatik
  4. Bersawah
  5. Perdagangan
  6. Pelayaran
  7. Susunan masyarakat macapat (lapangan, alun-alun, istana, bangunan pemujaan, pasar, dan rumah tahanan.
  8. Susunan sistem pemerintahan yang baik

Agama Hindu

Agama Hindu adalah sinkretisme (percampuran) antara kepercayaan bangsa Arya dengan kepercayaan bangsa Dravida, yang mempunyai kepercayaan sifatnya Polytheisme (percaya banyak dewa). Agama Hindu menyembah Tri Murti, yaitu Brahma, Wisnu dan Syiwa. Dalam kehidupan agama Hindu diajarkan pula tentang Samsara (penderitaan atau kesengsaraan), karma (perbuatan kurang baik) dan reinkarnasi (manusia yang dilahirkan kembali), moksa (sempurna hidupnya), Nirwana (surga). 

Kitab Agama Hindu adalah Kitab Weda atau Kitab Brahmana dan Kitab Upanisad. Kitab Weda terdiri dari 4 bagian, yaitu :
  1. Regveda tentang ajaran dalam beragama Hindu
  2. Samaweda tentang syair atau pujaan yang dilakukan di dalam upacara agama Hindu
  3. Yayurweda tentang doa-doa yang dilakukan di dalam upacara agama Hindu
  4. Atharwaweda tentang doa atau mantra untuk menyembuhkan orang yang sakit, kena guna-guna dan gangguan dari manusia

Sementara di dalam agama Hindu dibedakan menjadi 4 Kasta :
  1. Kasta Brahmana (untuk golongan pendeta)
  2. Kasta Ksatria (untuk golongan raja, bangsawan dan tentara atau prajurit)
  3. Kasta Waisya (untuk golongan pegawai, pedagang dan buruh)
  4. Kasta Sudra (untuk golongan buruh kasar, petani dan budak)
Di dalam pembagian kasta tersebut di atas banyak menimbulkan ketidakpuasan atau kecemburuan sosial terutama di kalangan kasta-kasta yang rendah, sehingga lahirlah aliran-aliran baru yang dibawa oleh beberapa tokoh agama Hindu, antara lain Sidharta Gautama, Jibali dan Jinnah

  1. Sidharta Gautama, pahamnya mengajarkan agama Budha.
  2. Jibali, pahamnya adalah hidup di dunia untuk senang-senang, tidak perlu memikirkan kehidupan yang akan datang atau mati.
  3. Jinnah, pahamnya adalah janin, melakukan yoga yang berlebihan, tidur di atas paku dengan berguling-guling, melihat matahari sampai buta matanya dan berdiri dengan 1 kaki sampai lumpuh dan lain-lain.

Oleh karena itu, di dalam agama Hindu mempercayai adanya kekuatan gaib di alam dunia dan mereka mewujudkan itu dengan 3 dewa, yaitu :
  1. Dewa Brahmana (Pencipta)
  2. Dewa Wisnu (Pemelihara)
  3. Dewa Syiwa (Perusak)

Agama Budha

Agama Budha diajarkan oleh Sidharta, lengkapnya Sidharta Gautama putra Raja Sudodhana dari Kerajaan Kapilawastu. Sidharta Gautama disebut "Cakyamuni" yang berarti orang bijaksana. Ibunya bernama Maya. 

Sidharta Gautama setelah melakukan ritual suci dan semedi di bawah pohon Bodhi menjadi Budha yang artinya mengetahui 2 hal, yaitu :

A. Aryasatani (kebenaran), terdiri dari :
  1. Hidup penderitaan
  2. Penderitaan akan berhenti dengan mematikan tresna
  3. Sebab penderitaan karena tresna
Cara-cara untuk memelihara tresna adalah :
  1. Ajaran yang benar
  2. Sikap yang benar
  3. Berkata yang benar
  4. Berkelakuan yang benar
  5. Berusaha yang benar
  6. Berkata yang benar
  7. Tingkah laku yang benar
  8. Bersemedi yang sempurna dan benar
B. Brahtya Samupada (partai) 
Pemeluk agama Budha untuk kaum laki-laki disebut Upasaka, untuk para biksu Upasaki dan untuk para biksuni disebut Sanggha. 

Dasasila bagi pemeluk agama Budha adalah :
  1. Tidak menyakiti atau membunuh sesama makhluk 
  2. Tidak berzina
  3. Tidak mencuri
  4. Tidak berbohong
  5. Makan tepat waktu
  6. Tidak minum-minuman keras
  7. Tidak bersenang-senang di tempat hiburan
  8. Tidak bersolek
  9. Tidak tidur di kasur
  10. Tidak menerima hadiah warga
Selain itu orang yang mau masuk agama Budha diwajibkan mengucapkan Tridharma, yaitu 3 kewajiban :
  1. Saya berlindung kepada Budha
  2. Saya berlindung kepada Dharma
  3. Saya berlindung kepada Sanggha
Ketiganya disebut juga Triratna yang berarti tiga mutiara. Kemudian pemeluk agama Budha mempunyai 4 tempat suci yang mereka yakini adalah :
  1. Taman Lumbini di Kapilawastu (tempat kelahiran Sidharta)
  2. Bodh Gaya (Sidharta menerima wahyu)
  3. Benares (Sidharta pertama mengajarkan ajarannya)
  4. Kucinegara (tempat Sidharta mangkat atau wafat pada tahun 482 SM)
Pemeluk agama Budha mempunyai Kitab Suci, yaitu Tripitaka yang artinya Tiga Keranjang atau Wadah. Bagian-bagian Kitab Suci Tripitaka adalah :
  1. Vinayapitaka (tentang aturan hidup)
  2. Suttapitaka (dasar-dasar ajaran Budha)
  3. Abdidharmapittaka (falsafah Budha)
Riwayat Budha Gautama terdapat di dalam kitab Budha Gurita dan Kitab Lautawustara. Agama Budha pernah berpengaruh besar di India pada jaman pemerintahan Raja Ashoka, sehingga untuk menghormati Sidharta, Raja Ashoka mendirikan monumen : 
  1. Bunga Seroja (lambang kelahiran Sidharta)
  2. Pohon Bodhi (lambang penerangan agung)
  3. Jantera (lambang memulai pengayaan)
  4. Stupa (lambang kematian)

Bukti-Bukti Proses Interaksi Masyarakat Masa Kerajaan Hindu-Budha 

Bukti-bukti Proses Interaksi Masyarakat di Bidang Kehidupan Sosial, Politik, Ekonomi, Pendidikan, Kesenian dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu-Budha. Perkembangan agama Hindu-Budha yang dibawa oleh para pedagang dari India membawa perubahan besar di Indonesia walaupun di Indonesia sudah mempunyai nilai kebudayaan yang sangat tinggi.

Penyebaran Agama Hindu di Indonesia

Proses masuknya agama Hindu di Indonesia dibawa oleh para pedagang dari India. Pendapat lain dan teori agama Hindu masuk di Indonesia adalah :

  1. Teori Sudra, adalah bahwa yang membawa agama Hindu adalah orang India yang berkasta Sudra yang keluar dari India. 
  2. Teori Waisya, adalah bahwa yang membawa agama Hindu adalah orang India yang berkasta Waisya, karena para pedagang yang datang dan menetap beberapa bulan di Indonesia sehingga mereka menyebarkan agama mereka.
  3. Teori Ksatria, adalah bahwa yang membawa agama Hindu adalah orang India yang berkasta Ksatria, para ksatria di India banyak yang melakukan penaklukan daerah di luar India, termasuk Indonesia, sehingga mereka mempunyai kesempatan untuk menyebarkan ajaran mereka.
  4. Teori Brahmana, adalah bahwa yang membawa agama Hindu adalah orang India yang berkasta Brahmana, mereka inilah yang menyebarkan agama Hindu di Indonesia. 

Penyebaran Agama Budha di Indonesia

Perihal ini disebabkan karena agama Budha terbuka untuk semua orang dan misi penyebaran agama Budha adalah Dharmaduta.

Agama Budha mulai berkembang di Indonesia sejak abad ke-2 masehi. Bukti-bukti tersebut adalah :
  1. Ditemukan patung Budha dari perunggu di Jember (Jawa Timur) dan Sulawesi Selatan (Sempaga)
  2. Ditemukan patung Budha dari batu berlanggam Amarawati di Palembang (Sigontang)
  3. Ditemukan arca Budha di Kutai (Kalimantan Timur)
Aliran Budha yang masuk ke Indonesia, yaitu Budha Mahayana dan berkembang pada zaman Kerajaan Sriwijaya dan Mataram Syailendra.

Dampak dari perkembangan agama Hindu-Budha di Indonesia sangat besar dan dapat dilihat di bawah ini :
  1. Bidang Seni bangunan. Adanya candi-candi di Indonesia, candi Hindu dan candi Budha.
  2. Bidang Politik. Adanya sistem pemerintahan yang teratur di dalam kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia.
  3. Bidang Agama. Masuknya Agama Hindu-Budha di Indonesia, maka bangsa Indonesia mulai menganut agama tersebut yang sebelumnya menganut kepercayaan (Animisme dan Dinamisme).
  4. Bidang Seni Rupa atau Seni Lukis. Munculnya candi-candi dan gambar relief pada candi. Pada Candi Borobudur adanya gambar seni rupa dari India (Sang Budha Gautama). Pada Candi Prambanan ada relief memuat cerita Ramayana.
  5. Bidang Seni Sastra. Berkembangnya bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa yang digunakan untuk penulisan prasasti.
  6. Bidang Kalender. Penggunaan tahun saka, Candra Sangkala dalam penulisan tahun di dalam kalender.
  7. Bidang Kepercayaan dan Filsafat. Sebelum Agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia, Indonesia telah menganut kepercayaan, sehingga setelah masuknya agama Hindu-Budha terjadi akulturasi, munculnya aliran Tantrayana, munculnya pemujaan dewa, dan lain-lain. 

Perkembangan Tradisi Hindu-Budha Di Indonesia

Di wilayah Indonesia tradisi Hindu-Budha mengalami perkembangan. Dari sudut sejarah kebudayaan dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
  1. Daerah tidak dapat pengaruh budaya India (Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara)
  2. Daerah yang terdapat peninggalan budaya dari India (Jember atau Jawa Timur dan Sulawesi Utara atau Sempaga)
  3. Daerah yang hingga saat ini masih berkembang ajaran Hindu-Budha (Bali).
Sektor-sektor yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut :
  1. Kepercayaan
  2. Pemerintahan
  3. Ekonomi
  4. Kebudayaan
  5. Sosial
Itulah Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Hindu Budha Di Indonesia, kunjungi selalu Ilmu Hexa untuk mendapatkan pengetahuan baru seputar pembelajaran disekolah.

Sangat suka dengan menulis dan mencoba hal baru. Fokus di dunia blog dan desain grafis. Sedang berusaha menjadi blogger yang baik. Kunjungi blog saya di www.ilmuhexa.blogspot.com :)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengaruh Perkembangan Agama Dan Kebudayaan Hindu Budha Di Indonesia

0 Komentar:

Post a Comment

close
close
close